
Keseleo atau dalam istilah medis disebut sprain, adalah cedera pada ligamen akibat peregangan atau robekan yang terjadi secara tiba-tiba. Sering dianggap sepele, namun jika tidak ditangani dengan benar, keseleo bisa menyebabkan nyeri berkepanjangan, pembengkakan, hingga ketidakstabilan sendi kronis.
Di tengah masyarakat, praktik pijat urut keseleo masih menjadi pilihan utama. Sayangnya, tidak semua praktik urut dilakukan secara aman dan sesuai anatomi tubuh. Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan antara urut tradisional dan penanganan ilmiah, serta kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke fisioterapis.
Keseleo terjadi ketika ligamen—jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang—meregang melebihi batas normal. Biasanya, keseleo terjadi di pergelangan kaki, lutut, atau tangan. Penyebabnya bisa beragam, antara lain:
Gejalanya meliputi nyeri, bengkak, memar, hingga keterbatasan gerak. Banyak orang memilih urut keseleo sebagai langkah awal. Tapi benarkah itu selalu aman?
Di banyak daerah, pijat urut untuk mengatasi keseleo dianggap solusi cepat. Terapis tradisional biasanya mengurut bagian yang bengkak hingga “keluar anginnya” atau “tulangnya kembali ke tempat”. Padahal, tanpa pemeriksaan medis, tindakan ini bisa memperparah kondisi ligamen yang robek.
Mengapa berbahaya? Karena keseleo tidak selalu sama. Ada yang ringan, sedang, bahkan berat. Jika keseleo berat diurut dengan tekanan berlebih, bisa menyebabkan pendarahan jaringan dalam atau bahkan patah tulang kecil yang tak terdeteksi.
Jika Anda mengalami keseleo ringan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah metode R.I.C.E:
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah cedera lebih lanjut. Bila dalam 2–3 hari kondisi tidak membaik, maka saatnya berkonsultasi ke fisioterapis.
Fisioterapi menjadi solusi profesional untuk penanganan pijat urut keseleo secara ilmiah. Tidak hanya memberikan terapi, fisioterapis juga akan:
Pendekatan ini membantu pasien pulih tanpa risiko cedera berulang. Misalnya, latihan “one leg stand” bisa meningkatkan stabilitas pergelangan kaki secara bertahap.
Tidak semua kondisi keseleo cocok diurut. Anda disarankan segera ke fisioterapis bila:
Menunda terapi bisa memperbesar risiko komplikasi seperti Chronic Ankle Instability (CAI), yaitu ketidakstabilan sendi yang menetap.
Bila Anda tetap ingin melakukan urut keseleo, pastikan tips berikut:
Sebaiknya, konsultasikan kondisi Anda terlebih dahulu ke dokter atau fisioterapis sebelum memutuskan untuk diurut.
Pijat urut keseleo memang masih menjadi pilihan masyarakat, namun perlu diingat bahwa tidak semua cedera bisa ditangani dengan metode tradisional. Dengan pendekatan fisioterapi yang ilmiah, pemulihan tidak hanya lebih cepat tetapi juga lebih aman.
Lebih baik mencegah daripada menyesal. Jika Anda mengalami keseleo, lakukan penanganan yang tepat sejak awal. Jangan ragu untuk menghubungi fisioterapis terpercaya untuk mendapatkan perawatan menyeluruh yang mendukung kualitas hidup Anda.
Baca Juga: Peluang Karir Menjanjikan! Lowongan Massage dan Spa!

Tidak. Keseleo berat sebaiknya tidak diurut tanpa pemeriksaan medis karena bisa memperparah cedera.
Setelah fase akut atau sekitar 3 hari pasca cedera, dan jika tidak ada pembengkakan besar.
Ya, fisioterapi dilakukan berdasarkan evaluasi medis dan ilmu anatomi tubuh.
Segera lakukan metode R.I.C.E: istirahat, kompres es, balut, dan tinggikan bagian yang cedera.
Tentu saja. Dengan penanganan yang tepat, banyak kasus keseleo sembuh tanpa harus diurut.